-->
Nafiun.com

Jurnal, Artikel Ilmiah, Referensi, Sains, Teknologi, Materi Pelajaran, Cerita Rakyat, Dongeng.

Wednesday, November 2, 2022

Kitab Bharatayuda

Kitab Bharatayuda merupakan sebuah peninggalan sejarah yang ditulis oleh Empu Sedan dan Empu Panuluh. Kitab ini menceritakan mengenai peperangan di antara keluarga Pandawa melawan keluarga Kurawa. Dalam kitab ini, diceritakan bahwa Pandawa dan juga Kurawa berasal dari keturunan yang sama, yaitu berasal dari keluarga Bharata. Mengapa disebut sebagai keluarga Bharata? Hal itu dikarenakan garis keturunan hingga pada Bhisma yang akhirnya menjadi Brahmacarin.  Perang ini juga sering disebut perang keluarga atau perang Bharatayuda.

Cerita ini kemungkinan besar tidak bersumber langsung dari sloka Mahabarta Sansekerta, akan tetapi besar kemungkinan bahwa cerita ini bersumber dari kitab-kitab purwa yang sebelumnya ditulis dalam bahasa Jawa Kuno yang merupakan sebuah salinan dari zaman Dharmawangsa Teguh.

Banyak yang menyangkal bahwa kitab yang ditulis oleh Empu Sedan dan Empu Panuluh adalah hanya mitos atau cerita khayalan belaka. Akan tetapi, banyak juga yang meyakini bahwa perang Bharatayuda yang merupakan isi dari kitab ini, adalah kejadian nyata yang terjadi pada jutaan tahun silam. Bahkan bayak teori yang menyatakan bahwa perang tersebut terbilang sebagai perang nuklir antar saudara.

Akan tetapi, banyak yang meragukan mengenai teori perang nuklir tersebut karena hampir mustahilnya kemungkinan bahwa orang-orang pada zaman tersebut mengenal teknologi canggih semacam nuklir. Walaupun begitu, beberapa penelitian ilmiah baik oleh para arkeolog maupun ahli sejarah mengungkapkan bahwa perang yang terdapat dalam kitab Bharatayuda ini adalah nyata dan benar-benar terjadi.

Berikut merupakan beberapa Fakta Tentang Kitab Bharatayuda yang merupakan sebuah cerita mengenai perang nuklir.:

1. Gambaran perang pada kitab Bharatayuda

Pada kitab ini, perang saudara tersebut digambarkan seperti sebuah perang yang sangat dahsyat. Digambarkan bahwa sang raja dengan gagah berani sedang duduk di Weimana sebuah benda yang dapat  terbang, dapat dikatakan mirip seperti pesawat terbang pada masa kini. Ia pun mendarat di tengah air dan setelah itu meluncurkan Gendewa, seperti senjata yang menyerupai rudal atau roket. Gendewa tersebut dapat menyebabkan kobaran api yang sangat dahsyat di atas wilayah musuh. Saking dahsyatnya kobaran tersebut, sehingga membuat orang-orang di wilayah tersebut menjadi terkepung oleh api.

Fakta : dari penelitian yang telah dilakukan, para ahli telah menemukan terdapatnya residu radio-aktif yang hanya dapat dihasilkan oleh ledakan Thermonuklir berskala besar pada puing-puing dan juga sisa-sisa tengkorak manusia. Dalam salah satu seloka Mahabharata, adanya kiasan mengenai sebuah senjata penghancur massal yang memiliki dampak layaknya dampak dari senjata nuklir masa kini.

2. Adanya relif di Piramida yang terdapat di Mesir

Fakta selanjutnya yang dapat menguatkan teori perang nuklir pada kita tersebut adalah adanya relief nyata pada Piramida yang terdapat di Mesir. Pada piramida tersebut digambarkan dengan jelas beberapa buah gambar yang sangat menyerupai dengan bentuk pesawat terbang dan juga menyerupai pesawat tempur.

3.   Sisa puing di tepi sungai

Fakta selanjutnya adanya penemuan puing-puing yang menjadi batu hangus di pinggiran sungai Gangga di India. Tidak ada yang dapat menghancurkan puing yang dulunya berupa batu besar tersebut kecuali ledakan nuklir yang mencapai suhu panas hingga 1800 derajat celcius. 

4.   Artefak

Bukti ilmiah selanjutnya adalah artefak-artefak dan juga penemuan fosil dari zaman dulu. Penemuan ini membuktikan bahwa manusia pada zaman tersebut sudah mencapai tahapan modern seperti saat sekarang..

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kitab Bharatayuda

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.