-->
Nafiun.com

Jurnal, Artikel Ilmiah, Referensi, Sains, Teknologi, Materi Pelajaran, Cerita Rakyat, Dongeng.

Monday, March 31, 2014

Persamaan dan Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Persamaan dan Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional - Apakah sebenarnya persamaan dan perbedaan bank syariah dan bank konvensional yang ada di Indonesia? Di Indonesia memang sudah sejak lama mengenal adanya bank konvensional seperti misalnya BNI (Bank Nasional Indonesia), BRI (Bank Rakyak Indonesia), Bank Mandiri, Bank Niaga, BCA (Bank Central Asia), dan berbagai macam bank lainnya. Baru untuk kurun beberapa tahun terakhir ini bank syariah mulai dikenal secara umum di tanah air. Walaupun memiliki fungsi utama sebagai bank yaitu lembaga untuk menyimpan dan meminjamkan uang namun kedua jenis bank utama tersebut memiliki beberapa perbedaan utamanya. Dengan menilik lebih lanjut mengenai dua jenis bank ini maka masyarakat dapat menentukan jenis bank yang kira-kira paling sesuai untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

1. Pengertian Bank Syariah dan Bank Konvensional

Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai persamaan dan perbedaan bank syariah dan bank konvensional ada baiknya kita mengetahui lebih mendalam mengenai pengertian lebih lanjut mengenai bank yang berorientasi syariah dan juga bank yang bersifat konvensional terlebih dahulu. Sebenarnya pembagian jenis bank ke dalam kategori bank syariah dan juga bank konvensional tersebut didasarkan pada pembagian jenis bank berdasarkan kegiatan operasionalnya. Ditilik dari istilah konvensional sendiri yang memiliki arti sesuatu yang bersifat umum, maka bank konvensional adalah bank yang dalam pengoperasiannya menggunakan metode yang secara umum digunakan oleh bank umum. Sedangkan metode bank umum adalah dengan menggunakan metode bunga bank.


Untuk produk-produk yang dimiliki oleh bank umum atau bank konvensional diantaranya adalah tabungan, simpanana giro, simpanan deposito. Kemudian bank konvensional juga mengeluarkan bantuan dalam bentuk kredit kepada para nasabahnya dalam bentuk kredit investasi, kredit konsumtif, kredit modal kerja, dan juga kredit jangka pendek. Pihak bank konvensional biasanya juga melayani jasa keuangan dalam hal kiriman uang, inkaso, kliring, jual beli surat-surat berharga dan berbagai macam jasa keuangan lainnya. Berikutnya dana yang diperoleh oleh bank konvensional biasanya berasal dari pihak luar yang berupa sertifikat deposito, saham, obligasi dan rekening giro.

Berbeda dengan bank konvensional atau bank umum yang menngunakan metode bunga bank, maka bank syariah lebih mengutamakan syariah agama Islam di dalam sistem operasionalnya. Di dalam ajaran agama Islam sistem bunga bank dianggap sebagai hal yang riba atau dosa besar sehingga sesuai dengan ajaran Islam maka bank syariah berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan sistem perbankan sesuai dengan syariah atau tata cara Islam. Dengan cara ini maka biasanya bank syariah menerapkan sistem bagi hasil antara pihak bank dengan pihak nasabah dan meniadakan sistem bunga bank yang bersifat riba. Selain itu bank syariah biasanya lebih berusaha untuk menjalankan larangan investasi yang berkategori terlarang.

Bagaimana dengan produk perbankan yang ditawarkan oleh bank syariah yang ada di Indonesia? Bank syariah yang mulai muncul di Indonesia pada awal tahun 1990an tersebut menyediakan berbagai produk perbankan yang bertumpu pada hukum syariah. Diantaranya ada produk titipan atau simpanan yang berupa produk Al-Wadi’ah atau jasa penitipan dana yang dapat diambil kapanpun pelanggan mau. Berikutnya ada juga deposito Mudharabah. Mirip dengan bentuk deposito pada bank umum lainnya, namun untuk bagi hasil dari produk ini akan dibagikan antara bank dan juga nasabah dengan nisbah hasil bagi tertentu.

Untuk produk bagi hasil, bank syariah memiliki empat jenis produk yang ditawarkan kepada nasabahnya. Yang pertama disebut dengan nama Al-Musyarakah (joint venture). Keuntungan yang didapatkan melalui produk ini akan dibagi sesuai dengan rasio yang disepakati sedangkan kerugian akan dibagi berdasarkan rasio ekuitas yang dimiliki oleh setiap pihak. Produk kedua disebut dengan Al-Mudharabah yang merupakan perjanjian antara pengusaha dengan penyedia modal. Produk ketiga berupa Al-Muzara’ah yang berupa pemberian dana atau pembiayaan dari bank syariah kepada pemilik pertanian atau perkebunan atas dasar bagi hasil dari produk panenan. Al Musaqah adalah bentuk keempat yang memiliki sifat yang lebih sederhana dibanding produk sebelumnya.

Untuk produk jual beli yang dijalankan oleh bank syariah ditawarkan tiga produk yaitu Bai’ Al-Murabahah yang merupakan penyaluran dana dalam bentuk jual beli; Bai’ As-Salam dan juga Bai’ Al-Istishna’. Untuk produk sewa bank syariah menawarkan Al-Ijarah dan juga Al-Ijarah Al-Muntahia Bit-Tamlik. Yang terakhir produk jasa yang ditawarkan kepada nasabah dapat berupa Al-Wakalah, Al-Kafalah, Al-Hawalah, Ar-Rahn dan juga Al-Qardh.

2. Persamaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Bagaimana dengan persamaan antara bank syariah dan juga bank konvensional yang ada di Indonesia? Berikut adalah persamaan antara bank syariah dan juga bank konvensional:

Persamaan pertama adalah keduanya merupakan lembaga perbankan Indonesia yang sudah diakui secara nasional dan kedua-duanya merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan. Berikutnya baik bank syariah maupun bank konvensional memberikan jasa perbankan untuk membantu dalam mendukung kelancaran penghimpunan dan penyaluran dana baik dalam bentuk kredit maupun simpanan yang dilakukan oleh nasabah.

Memberikan bantuan jasa pembayaran. Baik bank syariah maupun bank konvensional kedua-duanya memberikan bantuan untuk memudahkan dalam sistem pembayaran seperti misalnya untuk pembayaran telepon, air, listrik, internet, pembelian tiket pesawat, tiket kereta api. Sistem pembayaran tersebut biasanya dilakukan dengan melalui transfer dari mesin ATM.

Memberikan jasa pembayaran gaji, hadiah dan juga uang pensiun. Baik bank syariah maupun bank konvensional biasanya memberikan kemudahan bagi para nasabahnya untuk menerima kemudahan dalam pembayaran gaji, hadiah dan juga uang pensiun dengan langsung mentransfernya dari pihak pemberi ke nomor rekening pihak penerima.

Pemberi jasa kiriman uang. Umumnya bank konvensional atau bank syariah memberikan jasa kiriman uang baik dalam negeri maupun luar negeri bagi para nasabahnya.

Tempat penjualan dan penukaran mata uang asing. Bank yang ada di Indonesia, baik bank umum maupun bank syariah juga menjadi tempat penjualan dan juga penukaran mata uang asing ke mata uang rupiah.

3. Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Bagaimana dengan perbedaan dari bank syariah dan juga bank konvensional? Apa sajakah yang menjadi pembeda utamanya? Berikut beberapa perbedaan utama diantara kedua jenis bank yang ada di Indonesia tersebut. Apa sajakah yang membedakannya?

Investasi. Bank syariah dan bank konvensional berbeda dalam hal investasi yang dilakukannya. Bank syariah hanya akan melakukan investasi yang dianggap benar-benar halal dan sesuai syariah Islam. Sedangkan bank konvensional biasanya tidak terlampau memperdulikan apakah bentuk investasi yang dilakukannya tersebut halal ataukah haram.

Prinsip dan perangkat. Bank syariah dan juga bank konvensional memiliki perbedaan dalam hal prinsip dan perangkat yang digunakan. Jika bank konvensional lebih menekankan pada prinsip bunga bank, maka bank syariah menganggap bunga bank sebagai sesuatu yang haram untuk dilakukan karena dianggap riba. Sebagai pengganti bunga bank yang dianggap riba dan haram ini maka pihak bank syariah lebih menekankan prinsip bagi hasil antara nasabah dan bank serta lebih menekankan jual beli dan sewa sesuai dengan kesepakatan antara pihak bank dan nasabah.

Keuntungan. Perbedaan mendasar berikutnya adalah pihak bank konvensional lebih menekankan pada keuntungan sebesar-besarnya dan seringkali tidak memperhatikan jika konsumennya merasa dirugikan. Berbeda dengan bank konvensional, bank syariah menekankan bahwa keuntungan bukan segalanya. Dan unsur kebahagiaan dunia akhirat lebih ditekankan daripada prinsip keinginan untuk menumpuk profit.

Hubungan antara nasabah dan pihak bank. Pembeda berikutnya adalah pihak bank konvensional memberikan tatanan kreditur dan debitur sebagai bentuk hubungan antara nasabah dengan pihak bank. Berbeda dengan bank konvensional, bank syariah lebih memilih hubungan dalam bentuk kemitraan yang saling menguntungkan diantara kedua belah pihak.

Itulah beberapa persamaan dan perbedaan bank syariah dan bank konvensional yang ada di Indonesia. Dengan mengenali berbagai macam prinsip, jenis bank dan juga jenis produk yang ditawarkannya diharapkan masyarakat akan lebih mengenal antara bank syariah dan bank konvensional dan bisa memilih bank yang paling sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

Semoga artikel mengenai Persamaan dan Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional menambah wawasan kita. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Persamaan dan Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

1 komentar:

  1. jadi yg kalau mau nabung lebih baik di bank syariah atau konvesional?

    ReplyDelete

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.