Nafiun.com

Jurnal, Artikel Ilmiah, Referensi, Sains, Teknologi, Materi Pelajaran, Cerita Rakyat, Dongeng.

Wednesday, September 18, 2013

Sifat Fisika dan Sifat Kimia Alkohol, Senyawa, Gugus Fungsi

Sifat Fisika dan Sifat Kimia Alkohol, Senyawa, Gugus Fungsi - Bagaimanakah sifat-sifat senyawa alkohol. Perhatikan uraian berikut ini.

a. Sifat Fisika Alkohol

1) Titik didih 

Titik didih alkohol relatif tinggi. Hal ini merupakan akibat langsung dari daya tarik intermolekuler yang kuat. Ingat bahwa titik didih adalah ukuran kasar dari jumlah energi yang diperlukan untuk memisahkan suatu molekul cair dari molekul terdekatnya.

Jika molekul terdekatnya melekat pada molekul tersebut sebagai ikatan hidrogen, dibutuhkan energi yang cukup besar untuk memisahkan ikatan tersebut. Setelah itu molekul tersebut dapat terlepas dari cairan menjadi gas. Perhatikan titik didih beberapa senyawa alkohol pada Tabel 1. berikut.

Tabel 1. Perbandingan Titik Didih dan Massa Molekul Relatif

Rumus
Nama
Massa Molekul
Relatif (Mr)
Titik didih
(°C)
CH3–OH
metanol
32
65
CH3–CH2–OH
etanol
46
78
CH3–CH2–CH2–OH
propanol
46
98
CH3–CH2–CH2–CH2–OH
1-butanol
74
117

2-metil propanol

2-metil propanol
74
108

2-butanol

2-butanol
74
100

Berdasarkan data pada Tabel 1, apa yang dapat disimpulkan tentang hubungan antara massa molekul relatif dengan titik didih? Semakin besar massa molekul relatif alkohol maka titik didih makin tinggi. Titik didih alkohol bercabang lebih rendah daripada alkohol berantai lurus meskipun massa molekul relatifnya sama.

2) Kelarutan Alkohol

Kepolaran dan ikatan hidrogen merupakan faktor yang menentukan besarnya kelarutan alkohol dan eter dalam air. Dalam membahas kelarutan, kita menggunakan prinsip like dissolves like yang berarti pelarut polar melarutkan zat terlarut polar dan pelarut nonpolar melarutkan zat terlarut nonpolar. Akan tetapi prinsip tersebut tidak berlaku untuk semua kasus. Semua alkohol adalah polar tetapi tidak semua alkohol dapat larut dalam air.

Perhatikan kelarutan alkohol dalam air berikut ini.

Tabel 2. Kelarutan Alkohol dalam Air

Nama
Rumus
Kelarutan (g/100 mL)
Metanol
CH3OH
tidak terhingga
Etanol
CH3CH2OH
tidak terhingga
1-propanol
CH3CH2CH2OH
tidak terhingga
1-butanol
CH3CH2CH2CH2OH
8,3
1-pentanol
CH3CH2CH2CH2CH2OH
2,6

Alkohol dengan massa molekul rendah larut dalam air. Kelarutan dalam air ini lebih disebabkan oleh ikatan hidrogen antara alkohol dan air. Dengan bertambahnya massa molekul relatif maka gaya-gaya Van der Waals antara bagian-bagian hidrokarbon dari alkohol menjadi lebih efektif menarik molekul-molekul alkohol satu sama lain. Oleh karena itu, semakin panjang rantai karbon semakin kecil kelarutannya dalam air.

b. Sifat Kimia Alkohol

1) Dehidrasi alkohol

Dehidrasi (pelepasan air) merupakan reaksi yang melibatkan terlepasnya H dan OH. Reaksi dehidrasi alkohol dapat membentuk alkena atau eter dan air. Asam sulfat pekat berlebih dicampurkan dalam alkohol kemudian campuran tersebut dipanaskan hingga 180 °C, maka gugus hidroksil akan terlepas dan atom hidrogen dari karbon terdekatnya juga terlepas, membentuk H2O.
Dehidrasi alkohol
Jika campuran tersebut dipanaskan hingga 140 °C maka terbentuk etil eter.

2CH3CH2OH
H2SO4 pekat
CH3CH2–O–CH2CH3 + H2O
140 °C
etanol

etoksi etana

2) Oksidasi alkohol

Oksidasi alkohol akan menghasilkan senyawa yang berbeda, tergantung jenis alkoholnya. Perhatikan skema hasil oksidasi alkohol berikut.

a.
alkohol primer
[O]
aldehida
[O]
asam karboksilat

Contoh :

Oksidasi alkohol primer

b.
alkohol sekunder
[O]
keton





Contoh :

Oksidasi alkohol sekunder

c.
alkohol tersier sukar dioksidasi

3) Reaksi alkohol dengan logam Na atau K

Alkohol kering (tidak mengandung air) dapat bereaksi dengan logam Na dan K tetapi tidak sereaktif air dengan logam Na ataupun K. Atom H dari gugus –OH digantikan dengan logam tersebut sehingga terbentuk Na-alkoholat.

2R–OH(s)
+
2Na(s)
2R–ONa(s)
+
H2(g)
alkohol



natrium alkoholat



Contoh :

2C2H5–OH(s)
+
2Na(s)
2C2H5–ONa(s)
+
H2(g)
etanol



natrium etanolat



Jika terdapat air maka alkoholat terurai kembali menjadi alkohol dan natrium hidroksida (NaOH).

C2H5–ONa(s) + H2O(l) → C2H5–OH(l) + NaOH(l)

4) Esterifikasi

Alkohol dengan asam alkanoat dapat membentuk ester. Reaksi ini disebut dengan reaksi esterifikasi.
reaksi esterifikasi alkohol

Contoh :
esterifikasi alkohol

5) Reaksi dengan hidrogen halida

Alkohol direaksikan dengan hidrogen halida menghasilkan haloalkana dan air.

R–OH + HX → R–X + H2O

Contoh :

CH3–CH2–OH
+
HCl
CH3–CH2–Cl
+
H2O
metanol



etil klorida



Anda sekarang sudah mengetahui Sifat Fisika dan Sifat Kimia Alkohol. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sukmanawati, W. 2009. Kimia 3 : Untuk SMA/ MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 266.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sifat Fisika dan Sifat Kimia Alkohol, Senyawa, Gugus Fungsi

1 komentar:

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.