Nafiun.com

Jurnal, Artikel Ilmiah, Referensi, Sains, Teknologi, Materi Pelajaran, Cerita Rakyat, Dongeng.

Sunday, March 23, 2014

Persamaan dan Perbedaan Saham dan Obligasi, Pengertian, Fungsi

Persamaan dan Perbedaan Saham dan Obligasi - Bagi para pelaku bisnis, saham dan obligasi bukanlah hal yang asing. Untuk mengembangkan usahanya para pelaku bisnis menggunakan saham dan obligasi untuk memperoleh dana untuk menjalankan operasi bisnisnya. Banyak juga pihak yang menggunakan saham dan obligasi untuk meraup keuntungan dengan berspekulasi lewat pasar saham atau pasar obligasi. Mari kita bahas lebih jauh mengenai saham dan obligasi.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai saham dan obligasi, berikut adalah definisi dari saham dan obligasi. Saham adalah kertas atau bentuk lainnya, yang menyatakan penyertaan modal dan kepemilikan atas perusahaan perseroan. Sedangkan obligasi adalah sertifikat kontrak untuk menyatakan utang dan berisi janji atas pembayaran pokok utang tersebut juga bunganya pada tanggal jatuh tempo.

Saham dan obligasi adalah sekuritas karena memiliki klaim si peminjam atas pendapatan di masa depan dari yang meminjam. Selain itu saham dan obligasi juga merupakan komoditas yang baru-baru ini semakin populer diperdagangkan di Pasar Saham atau Bursa Efek  dan Pasar Obligasi atau OTC. Pelaku perdagangan saham dan obligasi meraup keuntungan dari perbedaan harga beli dan jual dari komoditas tersebut.


1. Persamaan Saham Dan Obligasi

Saham dan obligasi walaupun sejenis dan memiliki banyak sekali persamaan, sejatinya adalah dua instrument yang sangat berbeda. Untuk persamaan hanya saham jenis preferen saja yang bisa dibandingkan dengan obligasi karena nature dari keduanya yang mirip, untuk penjelasan lebih lanjut lihat di penjelasan di bawah nanti. Sementara itu berikut adalah persamaan saham preferen dan obligasi.

1.1. Memiliki klaim atas laba dan aktiva di masa depan, pada saat ini
Saham preferen dan obligasi menjanjikan pemiliknya atas pendapatan berupa aset berupa uang, atau aset-aset lainnya di masa depan. Klaim ini dinyatakan dengan tegas pada tanggal transaksi (pembelian saham atau penandatanganan obligasi) dan dapat dieksekusi ketika jatuh tempo telah terjadi. Intinya saham dan obligasi menjanjikan pendapatan bagi pemiliknya.

1.2. Selama sekuritas masih berlaku, pendapatan akan tetap

Pada jangka waktu tertentu ketika saham preferen dan obligasi masih berlaku, pemiliknya akan mendapatkan pendapatan dengan rate yang tetap dan tidak berubah-ubah. Hal ini dapat dipastikan karena jumlah transaksi awal bernilai tetap dan sebelumnya rate bunga atau dividen telah ditetapkan. Hal ini tidak berlaku di saham biasa karena dividen saham biasa sifatnya tidak tentu jumlah dan klaimnya.

1.3. Memiliki hak tebus

Hak tebus adalah suatu opsi untuk menukar saham preferen dan obligasi dengan uang sebelum masa tunainya. Pada obligasi hal ini khusus hanya berlaku pada obligasi yang memiliki opsi beli.

1.4. Convertible

Saham preferen dan obligasi keduanya dapat ditukar dengan sekuritas berbentuk lain khususnya saham biasa. Hal ini dilakukan hanya sebelumnya terjadi kesepakatan antara emiten dan pemilik sekuritas mengenai konvertibilitas.

Sementara itu perbedaan mendasar dari kedua instrumen keuangan ini dapat dilihat secara umum karena dasarnya kedua instrument ini sangat berbeda. Berikut adalah perbedaan Saham dan obligasi

2. Perbedaan Saham Dan Obligasi

2.1. Fungsinya

Saham adalah tanda bukti kepemilikan atas sebagian porsi perusahaan, sementara obligasi adalah tanda bukti pengakuan atas utang.

2.2. Jangka waktunya

Jangka waktu dari saham adalah tidak terbatas. Pemiliknya bisa memiliki saham ini sampai kapanpun. Sementara itu jangka waktu dari obligasi adalah terbatas. Obligasi menjadi tidak valid ketika kewajiban sudah ditunaikan pada tanggal jatuh temponya.

2.3. Pendapatan yang dihasilkan

Pemegang saham memperoleh penghasilan berupa dividen yang frekuensi pembayarannya tidak menentu. Sementara itu pemegang obligasi memperoleh penghasilan berupa bunga yang pembayarannya berkala dan jangka waktunya ditentukan sejak awal.

2.4. Kepastian pembayaran

Dividen dibayarkan dari laba perusahaan, sedangkan laba perusahaan itu tidak bisa ditaksir. Ketika perusahaan tidak memiliki laba maka pemilik saham tidak mendapat dividen. Sementara itu bunga dan pokok pinjaman wajib dibayarkan tanpa melihat untung atau rugi perusahaan.

2.5. Harga saham dan obligasi sebagai komoditas

Saham sangat fluktuatif dan amat peka terhadap berbagai guncangan ekonomi dari segi mikro atau makro. Sementara itu obligasi lebih stabil dan kurang peka. Perubahan harga obligasi di pasarnya berubah karena tingkat bunga dan inflasi.

2.6. Hak campur tangan pada perusahaan

Pemilik saham memilki hak untuk memberikan suaranya pada RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham, dengan itu memiliki hak campur tangan pada perusahaan. Sementara itu pemilik obligasi tidak mendapat hak ini.

2.7. Perlakuan pada saat likuidasi

Ketika perusahaan dibubarkan, pemilik utang dan obligasi akan didahulukan haknya untuk mengklaim sebagian aset perusahaan. Sementara itu pemegang saham hanya akan mendapat aset sebesar porsi dari aset perusahaan yang tersisa setelah utang diselesaikan.

2.8. Perlakuan pajak

Dividen adalah bagian dari laba.perusahaan, maka pajak akan diterapkan sebelum dibayarkan. Sementara itu bunga obligasi dikenai perhitungan pajak setelah dibayarkan.

Setelah membahas mengenai persamaan dan perbedaan, kita sudah mengetahui beberapa jenis saham dan obligasi yang sempat disebutkan beberapa kali. Untuk mengetahui mengenai saham dan obligasi lebih dalam lagi, berikut bisa anda baca mengenai jenis-jenis saham dan obligasi. Kita mulai dari saham terlebih dahulu.

3. Jenis Saham dan Obligasi

Saham menurut klaimnya dibedakan menjadi saham biasa dan preferen. Saham biasa memiliki klaim pada pendapatan dan aset perusahaan. Kewajiban yang dimiliki pemegang saham jenis ini terbatas, yang berarti ketika perusahaan bangkrut kerugian yang mungkin ditanggung pemegang saham adalah sebesar investasinya saja. Sementara itu, saham preferen memiliki karakteristik saham biasa dan obligasi. Pendapatan yang diperoleh adalah dividen yang rate-nya bersifat tetap layaknya bunga obligasi.
Saham menurut perpindahan tangannya dibedakan menjadi bearer shares dan registered shares. Bearer shares tidak mencamtumkan nama pemiliknya. Saham jenis ini ditujukan untuk berpindah tangan dari investor satu dan lainnya secara mudah layaknya barang dagang biasa. Sementara itu registered shares mencantumkan nama pemiliknya. Terdapat prosedur tertentu jika saham jenis ini akan berpindah tangan.

Sementara itu saham menurut kinerja dagangnya dibedakan menjadi blue chip shares, income shares, growth shares, speculative shares, dan defensive shares. Blue chip shares adalah saham yang emitennya memiliki popularitas yang tinggi. Dividen dari saham jenis ini sangat stabil dan konsisten. Income shares adalah saham yang emitennya memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Sementara growth shares adalah saham yang emitennya memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi. Dibandingkan dengan kedua jenis saham sebelumnya speculative shares tidak dapat dipastikan menghasilkan dividen yang tetap. Sementara itu defensive shares adalah saham yang selalu stabil dan tidak terpengaruh faktor ekonomi makro dan mikro.

Mari kita bahas mengenai obligasi dari penjelasan berikut ini.

Zero coupon bonds adalah jenis obligasi yang tidak menyertakan pembayaran bunga. Sementara itu berdasarkan kepastian tingkat suku bunga obligasi dibagi menjadi obligasi suku bunga tetap dan obligasi suku bunga mengambang. Obligasi suku bunga tetap memiliki tingkat suku bunga yang ditentukan sebelumnya dan bersifat tetap. Sementara obligasi suku bunga mengambang mengikuti tingkat suku bunga pasar.

Junk bond adalah obligasi yang memiliki return yang besar dan resiko yang menyertainya juga sangat tinggi. Mengenai resiko ada mortgage bonds yang merupakan obligasi yang memiliki jaminan berupa aset tetap. Jika kewajiban tidak dipenuhi maka aset tetap dari peminjam akan diklaim oleh emiten.

Sama seperti saham, obligasi yang diperdagangkan terdiri dari registered bond yang mencantumkan nama pemiliknya sementara bearing bond yang tidak mencantumkan nama pemiliknya.

Jika masih kurang jelas, maka dapat membaca Persamaan dan Perbedaan Saham dan Obligasi di bawah ini.

3. Paham Istilah Bisnis Sebelum Memulai

Anda tentu tidak asing dengan istilah saham baik saham di perusahaan, saham di bank, sataupun saham yang lain. Saham merupakan kategori surat berharga yang menyatakan hak milik atas sebuah perusahaan. Saham juga digunakan untuk memberikan suara terpenting dalam suatu rapat umum  untuk pemegang saham. Orang yang memiliki saham terbesar di perusahaan tersebut berpotensi untuk memenangkan keputusan hasil rapat. Namun ketika Anda mendengar istilah obligasi, secara umum istilah tersebut beum begitu terkenal di kalangan masyarakat. Berbeda untuk perusahaan keuangan maka istilah obligasi begitu lekat dan kuat dikenal di dunia kerja tersebut. Obligasi merupakan surat pernyataan hutang yang dibuat oleh penerbit obligasi dan diserahkan kepada pemegang obligasi. Dengan tidak lupa disertakan perjanjian yang menyebutkan pembayaran pokok hutang serta kupon bunga yang telah disepakati bersama ketika sudah masuk waktu jatuh tempo.

Bagi orang yang ingin melakukan bisnis saham tentu harus paham hal-hal yang berkaitan dengan saham termasuk manfaat yang akan diperoleh nanti. Sebuah perusahaan tentu dapat berdiri karena pengaruh dari para pemegang saham. Tanpa para pemegang saham maka akan mustahil sebuah perusahaan dapat berdiri. Namun dengan jumlah para pemegang saham yang terkadang banyak membuat persaingan berjalan begitu sengit. Ketika ada saham perusahaan yang dijual maka para pemegang saham akan berebut membeli saham tersebut. Semakin banyak saham yang dimiliki oleh pemegang saham maka kedudukan orang tersebut dalam sebuah perusahaan akans angat dipandang dan dihormati. Kritik maupun saran dari pemegang saham terbesar sebuah perusahaan akan sangat didengar oleh yang lain. Sedangkan obligasi memiliki manfaat yang besar bagi pemegang obligasi. Perjanjian obligasi yang disertai dengan kupon bunga membuat pemegang obligasi memiliki pendapatan yang tetap sesuai dengan jangka waktu perjanjian obligasi.  Selain itu juga, jika pemegang obligasi maish memiliki obligasi maka orang tersebut dapat menjual obligasi yang dimiliki tersebut. Sehingga pemegang obligasi dapat menerima pendapatan dari keuntungan atas obligasi yang orang tersebut jual.

4. Persamaan Saham dan Obligasi

4.1. Metode Ekonomi Modern

Baik saham maupun obligasi memiliki persamaan dalam hal ekonomi modern. Ketika Anda sedang mempelajari hukum ekonomi maka akan mengarah pada dua hal tersebut. Dikatakan ekonomi modern karena dalam melakukan perjalanan bisnis baik jual maupun beli menerapkan hukum ekonomi saat ini.

Contoh persamaan saham dan obligasi dalam ekonomi modern adalah sama-sama dapat dilakukan pada perusahaan terbatas.

4.2. Surat Berharga

Saham dan maupun obligasi juga memiliki persamaan sebagai surat berharga. Baik saham dan obligasi merupakan bentuk perjanjian hitam di atas putih. Berupa tulisan perjanjian di atas selembar kertas dan telah disetujui bersama antara kedua pihak.

Contoh persamaan saham dan obligasi sebagai surat berharga adalah sama-sama dapat dijual dan belikan di bursa efek maupun pasar modal.

5. Perbedaan Saham dan Obligasi

5.1. Ikut Memiliki Perusahaan dan Hanya Memberikan Pinjaman

Saham dan obligasi jelas memiliki perbedaan yang nyata. Dalam hal ini terletak pada peran si pemegang saham dan si pemegang obligasi. Jika si pemegang saham ketika membeli saham di sebuah perusahaan maka orang tersebut ikut andil secara penuh terhadap apa yang berlangsung di perusahaan. Termasuk juga ikut memiliki perusahaan tersebut sesuai dengan proporsi besar saham yang orang tersebut miliki atas perusahaan tersebut. Sedangkan si pemegang obligasi hanya berperan secara penuh sebagai peminjam obligasi kepada penerbit obligasi. Orang tersebut hanya meminjamkan kepada sebuah perusahaan tertentu namun hanya sekadar meminjamkan tidak dapat ikut memiliki perusahaan tersebut. Sebab obligasi merupakan perjanjian hutang bukan ikut menanam modal seperti saham.

Contoh perbedaan saham dan obligasi dalam hal tersebut adalah si pemegang saham dapat ikut memberikan modal kepada perusahaan tersebut. Sedangkan si pemegang obligasi hanya memberikan pinjaman kepada perusahaan tersebut.

5.2. Memperoleh Keuntungan atau Kerugian

Saham dan obligasi akan berbeda dalam hal keuntungan maupun kerugian. Untuk saham itu sendiri memiliki dua pilihan yaitu, dapat mengalami keuntungan dan dapat juga mengalami kerugian. Kedua pilihan tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi perkembangan perusahaan tersebut. Sedangkan obligasi lebih mengarah pada memperoleh keuntungan. Sebab dalam pernyataan penerbit obligasi telah tertera diharuskan membayar kupon bunga.

Contoh perbedaan saham dan obligasi dalam hal keuntungan dan kerugian adalah untuk keuntungan saham yang akan diperoleh ketika perusahan mengalami perkembangan yang cukup signifikan bahkan dapat sampai membuka cabang baru. Kerugian saham yang akan diperoleh ketika perkembangan perusahaan cenderung stagnan dan tidak berubah yang mengarah pada penurunan dan kerugian yang akan diperoleh. Sedangkan keuntungan yang diperoleh obligasi tentu akan tetap kupon bunga tersebut. Sebab sudah ditetapkan dalam perjanjian kupon bunga yang ada sampai pada jangka waktu perjanjian pelunasan oleh penerbit obligasi.

5.3. Bebas untuk Pencairan Dana dan Harus Menunggu Waktu Perjanjian

Saham dan obligasi yang mengarah pada hal pencairan dana lebih bebas untuk saham. Untuk saham itu sendiri dapat dicairkan sewaktu-waktu dalam bursa efek maupun pasar modal. Dengan mengikuti prosedur administrasi yang ada baru dana akan diterima. Sedangkan obligasi tidak dapat dicairkan sewaktu-waktu karena sudah ada waktu penentuan kapan dana tersebut akan kembali diterima oleh pemegang obligasi. Sehingga harus sabar menunggu sampai waktu perjanjian tiba.

Contoh perbedaan saham dan obligasi dalam hal pencairan dana adalah untuk saham ketika bursa efek atau pasar modal sedang berlangsung dan si pemegang saham merasa saham yang dijual atau saham yang akan dibeli oleh perusahan terbilang menguntungkan, maka dapat segera mencairkan saham yang dimiliki. Sedangkan untuk si pemegang obligasi hanya dapat menjual obligasi pada bursa efek atau pasar modal tanpa menerima pendapatan karena si pemegang obligasi baru akan menerima dana kembali sesuatu waktu perjanjian yang telah ditetapkan.

5.4. Hak Atas Suara Perusahaan

Saham dan obligasi memiliki peran yang berbeda ketika rapat umum perusahaan berlangsung. Untuk saham ketika rapat umum berlangsung terlebih untuk para pemegang saham, maka setiap pemegang saham berhak mengeluarkan pendapat mereka. Dengan ketentuan yang biasa terjadi akan lebih didengar pendapat pemegang saham perusahaan terbesar. Sedangkan obligasi tidak dapat turut serta dalam rapat umum perusahaan.

Contoh perbedaan saham dan obligasi dalam hal hak suara adalah untuk saham ditentukan berdasarkan besar saham yang dimiliki. Memang setiap pemegang saham berhak berpendapat. Namun pengaruh terbesar terhadap hasil rapat umum tetap pada pemegang saham terbesar. Sedangkan untuk obligasi hanya berperan sebagai peminjam tidak dapat ikut serta dalam rapat umum apalagi ikut berpendapat. Si pemegang obligasi hanya berhak memberikan pinjaman kepada penerbit obligasi saja.

Penting mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan istilah bisnis sebelum benar-benar terjun dalam dunia tersebut. Agar tidak mudah terkena tipu daya orang lain dan tidak mengalami kerugian. Menjalankan bisnis saham mapun obligasi memang menarik. Sehingga sangatlah penting untuk memahami pengertian, persamaan, maupun perbedaan dari masing-masing agar dapat menilai manakah bisnis yang cocok untuk dilakukan.

Semoga artikel mengenai Persamaan dan Perbedaan Saham dan Obligasi menambah wawasan kita. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Persamaan dan Perbedaan Saham dan Obligasi, Pengertian, Fungsi

1 komentar:

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.